Activity

  • lanier05antonsen posted an update 1 week, 6 days ago

    Untuk menentukan material pipa, paling utama untuk industri, faktor yang paling penting adalah fluida apa yang mengalir didalamnya. Selain ini, kondisi luar dari pipa juga menawan. Dan terakhir, tentu saja sebelah ekonomi juga menjadi dasar pemilihan bahan. lihat Pipe Distributor

    Pipa dapat dibagi menjadi 2 bagian raksasa. Pipa atas logam dan non-logam. Senar terdiri dari carbon steel, stainless steel, aluminium, nickel dan yang lain.

    ball valve stainless murah ini adalah contoh pada desain pembuluh untuk bengkel industri udara alam, minyak, atau kilang kimia yang lain.

    Pertama, proses harus merasa apa dan berapa banyak macam perut yang bakal melewati buluh-buluh. Pada dasarnya, semata pipa dalam proses lazimnya harus memakai pipa logam dan diawali dari bahan carbon steel yang mengelokkan murah.

    Akibat aliran fluida, bagian dalam pipa menanggung korosi, serta salah satu cara untuk menjadikan kecepatan korosi adalah memakai grafik de Waard – Milliams nomograph. Grafik itu membantu dalam menentukan berapa kecepatan korosi (mm/tahun) yang disebabkan memilikinya kandungan CO2 dalam fluida.

    Problem disebabkan korosi bisa diatasi beserta menambah ketebalan pipa sejumlah kecepatan korosi dikali tahun lamanya kilang didesain. Akan tetapi, jika semuanya ketebalan yang dibutuhkan dalam mengatasi korosi itu terlalu tebal, buluh-buluh akan menjadi sangat tegas dan gak efektif di pembangunannya.

    Kecuali korosi, suhu fluida pun menentukan bahan pipa. Bertambah rendah temperatur, logam hendak menjadi mudah mengalami celah. Ini karena sifat brittle (getas) senar bertambah di suhu nista. Stainless steel merupakan salah satu yang tahan akan suhu rendah. Soalnya itu, untuk cryogenic service (fluida dengan suhu operasi dibawah -196 degC) stainless steel merupakan material yang cocok dipadankan dengan carbon steel.

    Stainless steel kerap disebut juga corrosion resistance alloy (campuran logam tahan korosi) & tentunya kian mahal dibandingkan carbon steel. Stainless steel bisa dibagi menjadi kira-kira jenis, contohnya austenitic, feritic, martenistic, duplex dan high alloy stainless steel (campuran tinggi senar stainless steel). Sayangnya, stainless steel tidak tahan terhadap semua species korosi, terutama korosi yang disebabkan oleh klorida, sulfida serta fluida asam (sour fluid) yang lain.

    Untuk orde pipa yang mengalirkan fluida asam (piping system for sour service) biasanya di desain berdasarkan standar NACE (National Association of Corrosion Engineers) MR0175. Mulai tahun 2003, status NACE MR0175 bersatu secara ISO 15156 dan yang memiliki tumpuan desain yang sulit dipadankan edisi tahun sebelumnya.

    Tambah tahan terhadap berbagai korosi, semakin tinggi harga material tersebut. Dalam mengurangi dana, pengaplikasian cladding atau overlay merupakan satu diantara alternatif. Senyampang menggunakan corong dari carbon steel beserta dilapisi logam mahal pada bagian dalamnya saja yang bertengkar langsung secara fluida sumber korosi hendak bisa menyesuaikan biaya tanpa mengurangi ketahanan terhadap korosi.

    Pemilihan bahan ini bukan hanya untuk pipa, tapi juga halal untuk drum (vessel), klep (valve) dan elemen corong lainnya. Dalam katup, meskipun material daripada badan katup bisa mengenakan carbon steel, tetapi sesi dimana korosi tidak diperbolehkan untuk melestarikan kemampuan lidah untuk menyendat (sering dikenal sebagai trim, seperti sesi valve seat, stem & lainnya), maka penggunaan stainless steel ataupun logam santai korosi yang lain menjadi tuntutan.